Aktivitas Seni untuk Anak ADHD

Posted on

ADHA (Attention Deficit Hyperactivity Disorder) adalah gangguan perkembangan dalam bentuk peningkatan aktivitas motorik anak-anak hingga menyebabkan aktivitas anak-anak yang tidak lazim dan cenderung berlebihan.

ADHA (Attention Deficit Hyperactivity Disorder) ditandai dengan keluhan perasaan gelisah, hiperaktif, mempunyai masalah dengan pemusatan perhatian, melakukan aktivitas berlebihan, suka membuat keributan, bertindak dan berbicara sebelum berpikir, dan memiliki problem sosial.

Anak merupakan anugrah terbesar dalam hidup Mommy. Tidak semua orang mendapatkan anugrah menjadi seorang ibu. Sehingga Mommy patut bersyukur. Semua manusia berpotensi untuk menjadi orang yang kreatif. Tidak menutup kemungkinan anak-anak yang memiliki ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder). Mommy pun harus mengetahui bagaimana cara menumbuhkan kreativitas anak Mommy yang memiliki ADHD.

Berikut aktivitas-aktivitas yang bisa Mommy ajarkan pada anak yang memiliki ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder) untuk mengembangkan kreativitasnya:

1. Memperkenalkan Bahasa Visual dan Sistem Visual

Yaitu melalui kegiatan menggambar anak belajar berbagai bentuk dan mulai membuat coretan-coretan. Kemudian, anak mulai menggambar bentuk sederhana seperti menggambar wajah.

Seiring bertambahnya usia, ia mulai menggambar dengan detail, berbagai cara, dan berbagai bentuk objek. Saat usianya mencapai 5 tahun ia pun mulai belajar menggambar pohon, rumah, dan lain-lain.

2. Jangan Mengharapkan Hasil Instan

Tidak ada yang instan di dunia ini, terutama dalam belajar. Semuanya butuh proses tergantung pada keterampilan motorik dan kognitif anak. Setiap anak memiliki tahap perkembangan yang berbeda-beda. Ada yang cepat dan ada yang sedikit lama. Sehingga, Mommy pun harus sabar dalam mendampinginya. Perkembangan yang pelan akan membuat bakat alami anak muncul dan berkembang dengan baik.

3. Bersikap Positif dan Sabar

Penting sekali untuk bersikap positif dan sabar dalam mengahadapi anak Mommy. Seni memberikan kebebasan kepada anak untuk berkreasi sesuai dengan kreativitasnya. Alangkah baiknya jika Mommy menghindari mengoreksi kesalahannya. Berikanlah saran sebelumnya atau mengajaknya untuk berpikir apa kesalahannya dan tawarkan solusi padanya.

4. Ikutilah Minat dan Kemampuan Anak

Jangan memaksakan anak untuk menuruti keinginan Mommy. Ikutilah minat dan bantulah anak untuk mengembangkan kreativitas dan kemampuannya. Ketika anak berhasil melakukan suatu usaha dan ia bahagia maka ikutlah larut dalam kebahagiaannya. Begitupun sebaliknya jika ia mengalami kesulitan dalam menggambar komunikasikasikanlah apa yang menjadi masalahnya.

5. Mengajaknya Bermain

Dunia anak-anak tidak lepas dari dunia bermain. Anak-anak ADHD sering mengalami kesulitan dengan permainan yang memiliki banyak instruksi. Ia akan kesulitan untuk bisa fokus pada tugas dan mainannya. Sehingga dibutuhkan mainan yang mudah sehingga ia bisa mengikutinya dengan baik.

Beberapa permainan yang bisa diberikan adalah bermain peran atau drama dan bermain rumah-rumahan. Biarkan anak bebas memainkan perannya. Permainan ini membuat anak berinteraksi dengan Mommy dan saling memberikan umpan balik positif.

Aktivitas-aktivitas tersebut diharapkan mampu meningkatkan fokus anak, rasa percaya dirinya, dan kemampuan untuk mengembangkan minatnya. Sehingga, anak-anak yang memiliki ADHD sangat membutuhkan motivasi dan pendampingan dari kedua orang tuanya.

Mereka pun memiliki hak yang sama seperti anak-anak yang lainnya untuk mengembangkan kreativitas dan kemampuannya. Berikut orang-orang yang terdiagnosa ADHD namun memiliki kreativitas yang luar biasa seperti Galileo, Thomas Edison, Alber Einstein, Mozart, dan Alexander Graham Bell. Semoga Bermanfaat!