Bagaimana Menyikapi Kesalahan Anak, Moms?

Posted on

Apakah Mommy pernah marah atau membentak anak Mommy saat ia melakukan kesalahan? Seperti menumpahkan makanan atau minuman, mengotori rumah, dan lain-lain. Sebagian orang tua ada yang cuek dengan sikap anaknya dan ada yang membentak atau mencubitnya.

Manusia adalah tempatnya salah. Begitupun dengan anak, Moms. Hal ini yang harus kita sadari terlebih dahulu. Apalagi anak-anak yang membutuhkan bimbingan orang tua untuk memahami tindakan yang benar dan salah.

Bagaimana menyikapi kesalahan anak? Apakah dengan hukuman agar ia jera? Atau memberikan toleransi sebagai dalih kasih sayang terhadap anak? Kondisi pertengahan adalah yang terbaik.

Berikut langkah-langkah untuk membantu Mommy agar tepat menyikapi kesalahan anak.

Melihat Kesalahannya

Lihatlah terlebih dahulu kesalahan yang dilakukan anak. Terkadang orang tua memberikan hukuman dan marah-marah karena kesalahan yang sebenarnya wajar dilakukan anak-anak. Disisi lain, mereka terkadang cuek saat anak melakukan kesalahan yang sebenarnya kita harus menegur dan memberikan nasehat pada anak.

Kesalahan kita dalam melakukan suatu tindakan akan membuat anak bingung terhadap kesalahan yang mereka lakukan. Misalnya, saat mendapatkan nilai ulangan jelek orang tua marah-marah. Namun, membiarkan begitu saja ketika anak meninggalkan kewajiban dalam agama seperti sholat.

Mencari Tahu Apa Penyebabnya

Berbaiksangkalah kepada anak, Moms. Kebanyakan kesalahan anak disebabkan karena mereka memiliki keterbatasan akal maupun fisik. Oleh karena itu, bimbingan dari orang tua sangat diperlukan. Tidak lantas menghukum anak tanpa kita tahu apa penyebabnya.

Misalnya, anak ingin menaruh gelas pada suatu meja. Karena mejanya terlalu tinggi ia pun kesulitan dan gelasnya pecah. Atau, ia ingin memberikan makanan pada adiknya yang belum bisa menerima atau mencerna makanan yang diberikan dengan baik.

Bersikap Lembut dalam Menghukum

Kalau dibutuhkan suatu hukuman, maka hukumlah dengan bersikap lembut dan niatkan dalam menghukum karena kita menyayangi mereka. Bukan untuk membalas mereka atau melampiaskan kemarahan dalam diri.

Berikan hukuman yang mendidik, seperti memberikan nasehat, bermuka masam, mendiamkan, membentak, dan memukul dengan pukulan yang tidak keras. Atau dengan menyuruh anak membersihkan rumah atau halaman, menyiram tanaman dan lain-lain. Sesuaikanlah dengan kesalahan yang mereka lakukan.

Sabar dalam Menghadapi Anak

Orang tua harus sabar dalam mendidik anak dan dalam menyikapi kesalahan anak. Meskipun Mommy sudah mengingatkan, menasehatinya, dan memberikan hukuman, ternyata anak masih mengulanginya lagi. Maka dibutuhkan kesabaran untuk memberikan nasehat kembali agar nasehat yang diberikan terpatri kuat dan anak tidak mengulanginya lagi.

Kekompakan Orang Tua

Mommy dengan suami harus kompak bagaimana menyikapi anak saat mereka melakukan kesalahan. Saat anak melakukan kesalahan dan suami memberikan hukuman, maka yang Mommy lakukan adalah mendukung sikap suami. Misalnya dengan memberikan pemahaman pada anak kenapa ayahnya demikian. Nasehatilah ia karena kesalahan yang dilakukannya.

Jangan sampai, anak Mommy lari ke pangkuan Mommy untuk meminta pembelaan karena Mommy memanjakannya atau tidak adanya komunikasi dan kekompakan dengan suami.

Berikut tadi langkah-langkah yang bisa Mommy terapkan agar tepat menyikapi kesalahan anak. Semoga mereka menjadi anak-anak yang cerdas, kreatif, dan mudah menerima nasehat kedua orang tuanya. Semoga bermanfaat ya, Moms!