Cara Bijak atasi Anak yang Sulit Makan

Posted on

Makan merupakan kebutuhan manusia. Saat bayi lahir makanan utamanya adalah ASI. Namun, seiring dengan pertumbuhan dan perkembangannya bayi akan membutuhkan nutrisi tambahan selain dari ASI atau susu formula.

Kemudian, Mommy harus memperkenalkan makanan padat untuk proses peralihan pemberian makanan bayi dari susu ke bubur yang sangat halus. Saat bayi memasuki usia 6 bulan, ia akan terlihat lapar meskipun sudah diberikan susu formula 4 – 5 kali sehari. Ia juga mulai mengunyah tangan atau memasukkan benda ke dalam mulutnya.

Setelah diberikan bubur halus bayi dilatih untuk beralih ke bubur kasar sampai usianya 12 bulan dan selanjutnya ia siap menyantap makanan keluarga.  Namun, dalam proses ini Mommy terkadang mengalami kendala saat anak sulit makan. Namun tidak usah khawatir, Moms. Hampir semua anak mengalami tahapan ini.

Berikut cara bijak mengatasi anak yang sulit makan:

  1. Ingatlah Moms, bahwa tidak semua anak akan mendadak lapar saat ia melihat ada makanan. Sehingga, Mommy tidak perlu memaksakan anak Mommy untuk makan jika tidak mau.
  2. Kegemaran pada makanan tertentu yang terjadi pada bayi tidak akan berlangsung lama. Buatlah kombinasi cita rasa yang sederhana sebagai langkah pengenalan cita rasa makanan pada anak. Selain itu, anak juga tidak bosan. Mommy bisa membuat menu bubur buah matang seperti papaya, melon, atau mencampur brokoli yang sudah dimasak dengan bubur wortel atau kacang.
  3. Buatlah catatan makanan harian. Hal ini berguna untuk mengatur menu makanan anak dan mengetahui makanan apa yang banyak diberikan kepada anak.
  4. Sharing dengan orang tua lain. Mommy akan berbagi persoalan yang Mommy hadapi dan saling bertukar pengalaman dalam mengatasi anak yang sulit makan.
  5. Bersikaplah tenang meskipun anak Mommy sulit makan. Jangan khawatir atau panik karena semua itu butuh proses. Buanglah makanan yang tidak dimakan anak tanpa ada rasa jengkel di hati. Hal ini adalah proses awal Mommy untuk mengenalkan makanan pada anak dan bisa jadi menunjukkan anak Mommy sudah mulai bosan dan ingin beralih ke menu yang lain.
  6. Jangan lupa untuk mencatat berat badan anak secara teratur sehingga akan terdeteksi jika berat badan anak mengalami penurunan. Mommy pun bisa melakukan tindakan lanjut untuk mengatasi penurunan berat badan anak seperti menambah nutrisi pada makanannya dan memperbaiki pola makan anak untuk meningkatkan kembali berat badannya.
  7. Mintalah nasehat pada dokter atau petugas kesehatan anak. Anak yang mengalami sulit makan bisa terjadi karena ada sebab-sebab medis. Hal ini harus dikonsultasikan kepada dokter atau petugas kesehatan untuk mendapatkan penanganan yang baik.

Berikut tadi cara bijak mengatasi anak yang sulit makan. Hampir semua anak mengalaminya saat pertama kali mengenalkan makanan kepada mereka. Sehingga dibutuhkan kesabaran dan cara yang bijak dalam menyikapinya. Semoga bermanfaat ya, Moms!