Cara Jitu Menghadapi Anak yang Sedang Merujuk

Posted on

Memiliki anak yang baik dan penurut merupakan hal yang menyenangkan bagi seorang ibu. Tapi tidak semua anak itu penurut dalam setiap waktu kan Moms? Pasti Mommy akan selalu menemukan waktu dimana si kecil itu merujuk atau ngambek. Sebenarnya merujuknya mereka adalah salah satu ungkapan protes yang dikeluarkan akibat adanya satu keinginan mereka yang tak tersampaikan. Kalau ngambeknya masih yang merengek biasa sih tidak masalah ya Moms. Tapi kalau sudah sampai melempar-lempar barang apalagi tidak mau makan, pasti bikin Mommy pusing tujuh keliling. Betul tidak? Namun jangan khawatir Moms, ulasan kali ini akan membahas bagaimana sih cara jitu dan ampuh yang bisa Mommy gunakan untuk menghadapi ngambeknya si kecil. Simak baik-baik ya Moms.

1. Menjadi Pendengar yang Baik dan Jangan Mudah Mengalah

Seperti yang disebutkan sebelumnya, ngambeknya mereka adalah salah satu ungkapan dari bentuk protes yang mereka layangkan kepada kita. Contohnya ketika Mommy dan si kecil sedang pergi berbelanja, si kecil ingin minta dibelikan dua jenis sekaligus barang yang mereka suka namun Mommy bersikap cuek dan menolak mentah-mentah keinginannya. Di sini si kecil akan merasa terluka dan merasa mendapatkan perlakuan tidak adil karena permintaannya ditolak begitu saja. Maka dari itu, apabila memang Mommy tidak akan membelikannya, tolak dengan halus dan juga beri pengertian agar si kecil tidak kesal.

Begitupun jika si kecil sudah terlanjur merujuk. Dengarkan keluhan mereka tanpa Mommy potong dahulu ucapannya. Setelah itu baru Mommy jawab dengan lembut dan manis keluhan mereka. Mommy tetap harus berusaha memberi pengertian dan pemahaman kepadanya. Misalnya dia ingin buku dan crayon. Mommy beri pilihan, dia lebih butuh buku atau crayon? Jadi Mommy jangan selalu memberikan dengan mudah apa yang mereka inginkan. Ketika Mommy memberikan pilihan seperti itu, dia akan berpikir dan sambil belajar mengambil keputusan.

2. Menempatkan diri

Bukan hanya si kecil yang harus belajar dan berpikir ketika mereka merujuk, tapi Mommy juga.  Mommy harus menempatkan diri dan bersikap sesuai dengan keadaan dan alasan kenapa si kecil merujuk. Misalnya ketika anak Mommy kesal sendiri. Pahami dan cari tahu hal apa yang menjadi alasan kenapa mereka marah. Lihat gerak gerik tubuhnya. Misalnya mereka kesal karena tidak bisa membuka tutup botol dengan tangannya sendiri. Anak kecil belum paham bahasa dengan baik, maka ajarkan oleh Mommy sesuai dengan bahasa mereka bagaimana cara membuka tutup botol.

3. Tenangkan dan Alihkan Perhatiannya

Tidak mudah memang untuk menghadapi si kecil yang sedang merujuk. Mereka akan bersikap keras dan maunya menang sendiri. Pikiran mereka juga akan terus terpusat kepada hal yang sedang mereka inginkan, maka disinilah peran Mommy untuk menenangkan dan mengalihkan perhatiannya. Ajak mereka bicara. Bahas hal-hal menyenangkan yang nantinya bisa mengalihkan perhatiannya. Tolong diingat ya Mos, jika si kecil sedang merujuk Mommy juga jangan ikutan emosi ya. Tidak baik.

4. Beri Pelukan Hangat

Ketika si kecil merujuk, segera beri dia sebuah pelukan yang membuatnya nyaman. Bisa jadi mereka merujuk karena merasa diabaikan oleh Mommy karena Mommy terlalu sibuk dengan hal-hal tertentu. Cara ini juga cukup ampuh untuk meredam kekesalan mereka loh Moms. Tetapi jangan lakukan hal ini kepada anak yang sering marah karena haus perhatian, karena dia akan merasa selalu berhasil menarik perhatian Anda dan mengulanginya kembali.

5. Buat Perjanjian

Mengabaikannya dan berpikir “ah nanti juga diam sendiri” bukan selalu menjadi pemahaman yang baik untuk Mommy terapkan loh. Sebab khawatir di masa mendatang si kecil akan menyebabkan masalah yang lebih besar akibat merujuknya mereka selalu diabaikan dan emosi yang mereka rasakan semakin sulit untuk diredam. Bukan hal yang buruk loh Moms ketika si kecil merujuk dan Mommy malah mengingatkan perjanjian Mommy dengannya. Jadi untuk menanggulangi ngambeknya si kecil, Mommy sudah buat perjanjian dengannya sebelumnya. Dan ketika si kecil sedang ngambek, Mommy bisa mengingatkannya. “ Mommy marah loh kalau kamu bersikap seperti ini. Mommy kecewa.” Dan ketika mereka mendengar kalimat ini, mereka berpikir dan akan berhenti untuk merujuk.

Itulah beberapa cara yang tepat yang bisa Mommy gunakan ketika si kecil merujuk. Jadi mulai sekarang jangan bingung lagi harus berbuat apa. Selalu usahakan untuk bisa menjadi ibu sekaligus teman bagi si kecil ya Moms.