Fakta 10 Jenis Sayuran yang Berbahaya Terhadap Kesehatan

Posted on

Hidup Mommy pasti tidak pernah lepas dengan sayuran. Karena, setiap hari Mommy memasak sayur sebagai teman makan nasi selain lauk pauk. Tak heran, jika Mommy selalu menyediakan berbagai sayur di lemari es. Diolah menjadi sayur asem, sayur bening, cap cay, bobor, tumis, lalap, dan lain-lain. Rasanya, tidak lengkap tanpa sayur ya, Moms.

aneka-sayuran

Sayuran mengandung vitamin, mineral, dan serat yang dibutuhkan oleh tubuh. Sayuran yang asalnya sehat bisa juga berbahaya akibat penggunaan pestisida dan pupuk yang digunakan oleh petani. Sehingga, Mommy harus tepat dalam mengolahnya. Selain memiliki banyak manfaat, sayuran juga dapat berbahaya bagi kesehatan karena zat yang ada pada sayuran itu sendiri. Simak ulasan fakta berbahaya 10 jenis sayuran di bawah ini ya, Moms!

1. Sawi

Tidak asing lagi dengan sawi, bukan? Sawi sering di masak  menjadi olahan tumis ataupun disayur. Sawi ada dua jenis, yaitu sawi hijau dan sawi putih. Fakta berbahaya sawi yang harus Mommy tahu adalah sawi mengandung oksalat yang menghambat penyerapan kalsium yang berbahaya bagi mereka yang menderita penyakit ginjal. Selain itu, kandungan vitamin C pada sawi akan mendorong terbentuknya oksalat dalam tubuh.

2. Wortel

wortel

Wortel adalah si oranye yang terkenal mengandung vitamin A yang bermanfaat untuk kesehatan mata. Fakta berbahaya wortel yang harus Mommy tahu adalah wortel bisa membuat kulit hitam, Moms. Atau sering disebut dengan Karotenemia. Yaitu, bagian telapak tangan, kaki, lutut, dan daerah hidung kulitnya akan berubah warna. Pada daging wortel juga terdapat jarum-jarum tajam yang menyebabkan usus terluka.

3. Kentang

Kentang sering dijadikan makanan pengganti nasi bagi mereka yang menjalankan program diet. Fakta berbahaya kentang yang harus Mommy tahu adalah mengandung racun yang bernama solanin dan chaconine. Ciri-ciri kentang beracun yaitu berwarna hijau, kentang yang sudah bertunas, dan rusak atau busuk. Namun, kandungan racun di dalamnya berkadar rendah.

Oleh karena itu, hindarilah mengolah kentang yang masih muda dan berwarna hijau atau kentang yang sudah bertunas. Hindarkan kentang dari paparan sinar matahari atau lampu secara langsung. Karena akan meningkatkan pembentukan solanin yang menyebabkan keracunan.

4. Cabai

cabai

Cabai merah sangat populer dengan rasa pedas. Bagi penggila pedas, tidak lengkap rasanya jika makan nasi tanpa Si Merah ini. Cabai memiliki kandungan vitamin C yang cukup tinggi apabila dikonsumsi secara tepat atau tidak berlebihan.

Fakta berbahaya cabai yang harus Mommy tahu adalah cabai memiliki kandungan zat capsaicin. Berikut bahaya kandungan zat capsaicin pada cabai:

  • Bagi penderita sakit maag bisa meningkatkan asam lambung.
  • Bisa menyebabkan diare karena menyebabkan iritasi pada lambung dan usus.
  • Bisa menyebabkan kanker lambung jika dikonsumsi berlebihan dan dalam jangka waktu yang lama.
  • Menyebabkan insomnia. Karena meningkatkan detak jantung dan menyebabkan sulit tidur.

5. Rebung

rebung

Rebung atau tunas muda bambu biasa dijadikan sebagai bahan isi pembuatan lumpia. Selain itu, juga bisa diolah dengan cara ditumis. Fakta berbahaya rebung yang harus Mommy tahu adalah mengandung sianida tinggi dan terdapat kadar racun HCN.

Untuk mencegah keracunan, bisa diolah dengan terlebih dahulu membuang kulit bagian terluarnya, diiris tipis dan direbus selama 2 jam dengan memberinya sedikit garam. Kemudian, buanglah air rebusannya dan rebung siap diolah. Jika Mommy menginginkan ada kuahnya, gunakan air yang baru ya, Moms. Jangan gunakan air bekas rebusan rebung.

6. Bayam

Apakah Mommy masih ingat dengan film anak-anak Popeye si Pelaut? Popeye suka sekali makan bayam. Benarkah setelah makan bayam tubuh akan berubah menjadi atletis dan bertenaga seperti Popeye? Yang pasti bayam bermanfaat bagi kesehatan karena mengandung vitamin C dan E, serat, kalium, vitamin K, protein dan lainnya.

Fakta berbahaya bayam yang harus Mommy tahu adalah bayam tidak boleh dibiarkan terlalu lama di tempat terbuka. Karena, kandungan zat besi pada bayam yang berinteraksi dengan oksigen bisa berubah menjadi ferri yaitu zat yang beracun. Jangan memanaskan sayur bayam yang sudah dimasak, karena berbahaya bagi kesehatan. Bagi penderita penyakit asam urat dan rematik sebaiknya tidak mengonsumsi bayam. Karena, akan mengakibatkan rasa ngilu.

7. Mentimun

mentimun

Mentimun biasanya digunakan sebagai lalapan dan juga digunakan sebagai bahan kosmetik. Kandungan airnya yang banyak berfungsi untuk menyejukkan dan juga melembabkan wajah. Fakta berbahaya mentimun yang harus Mommy tahu adalah mentimun dapat mengeluarkan zat beracun jika sudah berubah warna menjadi kuning. Jadi, Mommy harus berhati-hati dalam memilih mentimun saat membelinya. Buah mentimun yang sudah lama akan berubah warna menjadi kuning.

8. Kol

Kol atau sering disebut kubis adalah sayuran yang berbentuk bulat berwarna hijau dan terdiri dari lapisan-lapisan daun. Kol atau kubis banyak digunakan sebagai sayuran atau sebagai lalapan. Fakta berbahaya kol atau kubis yang harus Mommy tahu adalah mengandung zat goiterogen yang menyebabkan perut kembung. Karena, zat ini merangsang pembentukan gas dalam lambung. Jika kol atau kubis dikonsumsi secara berlebihan akan menyebabkan sakit gondok.

9. Seledri

seledri

Seledri merupakan sayuran yang terdiri dari daun-daunan kecil dan biasa digunakan sebagai bumbu masak. Manfaat seledri mentah yang langsung dikonsumsi mampu merangsang pembentukan air liur dan dapat melumpuhkan aktivitas kuman penyebab gigi keropos. Seledri bisa digunakan untuk menyehatkan kulit dan mebuatnya mulus. Yaitu, dengan meminum air dari perasan daun seledri yang ditumbuk halus kemudian diusapkan ke kulit.

Fakta berbahaya seledri yang harus Mommy tahu adalah mengandung senyawa beracun yaitu psoralen. Dampak negatif dari senyawa psoralen pada seledri adalah kulit menjadi sensitif jika terkena sinar matahari, mengonsumsinya dalam jumlah banyak bisa mengurangi produksi air susu, dan bagi ibu hamil bisa menyebabkan kontraksi uterus dan menyebabkan keguguran. Sebaiknya mengonsumsi seledri setelah dimasak untuk mengurai senyawa psoralen yang mengandung racun.

10. Pare

Pare tumbuh dengan menjalar, memiliki bentuk buah memanjang, bergerigi dengan ujung runcing, dan rasanya pahit. Namun, banyak yang suka memasak pare dengan cara menumisnya. Pare bisa menurunkan kadar  gula darah bagi penderita diabetes. Namun, fakta berbahaya pare yang harus Mommy tahu adalah bisa menyebabkan nyeri perut, diare dan keracunan jika dikonsumsi secara berlebihan bagi penderita diabetes. Selain itu, Kandungan alpha-beta monorcharins bisa merangsang rahim dan menyebabkan keguguran. Sehingga, pare berbahaya jika dikonsumsi oleh ibu hamil.

Tidak dipungkiri bahwa kita butuh gizi dan nutrisi yang terkandung pada sayuran. Karena, banyak manfaat yang terkandung di dalamnya. Namun, kita juga perlu tahu bahaya sayuran tersebut jika dikonsumsi bagi mereka yang menderita penyakit tertentu, mengonsumsinya secara berlebihan, dan tidak mengolahnya dengan benar.

Setelah tahu bahaya dari 10 jenis sayuran di atas, tentunya Mommy menjadi piawai dalam mengolah dan memanfaatkan sayuran yang ada di sekitar kita. Sehingga, kita tetap mendapatkan manfaatnya dan terhindar dari racun-racun yang berbahaya. Semoga bermanfaat ya, Moms!