Hamil? Jangan Depresi! Ini Berbahaya

Posted on

Obat anti depresi akan membuat penggunanya melepaskan kenyataan dengan memodifikasi tingkat neurotransmitter serotonin. Menurut sebuah studi baru, jika manipulator kimia ini berlangsung selama kehamilan, mereka juga akan membuat bayi yang nantinya akan lahir menjadi era baru dari gangguan spektrum autisme.

pregnant-momma

Para peneliti sekarang mencoba mengisolasi penyebab gangguan spektrum autisme ini. Penggunaan obat anti depresi dapat menimbulkan salah satu faktor resiko terbesar untuk gangguan autisme seperti yang sudah ditegaskan sebelumbya.

Dalam sebuah studi, ada dua kategori wanita hamil yang dievalusai. Kedua kelompok perempuan dilaporkan mengalami depresi selama kehamilan. Faktor depresi bisa termasuk stres, kekurangan gizi, situasi kehidupan atau racun yang berlebihan. Perbedaan antara kelompok perempuan itu adalah salah satu kelompok wanita yang mengalami depresi menghadapinya tanpa mengkonsumsi obat anti depresi, sedangkan kelompok yang satunya tidak mengkonsumsi obat anti depresi selama kehamilan.

Penggunaan Obat Anti Depresi Meningkatkan Keturunan Autisme

Ketika para peneliti menyelidiki kelahiran dari wanita tersebut, mereka menemukan bahwa wanita yang mengkonsumsi obat anti depresi selama kehamilan ternyata melahirkan anak-anak yang autis pada tingkat 1,5 persen. Sedangkan untuk para wanita yang mengalami depresi namun tidak mengkonsumsi obat anti depresi 0,7 persen dari anak-anak mereka di diagnosa mengalami gangguan autisme. Data ini menunjukkan bahwa penggunaan obat anti depresi selama kehamilan akan meningkatkan resiko anak autis dua kali lipat.

Young desperate pregnant women sitting on the kitchen floor.

Alasan kenapa wanita hamil harus menghindari mengkonsumsi obat anti depresi

  • Anti depresi meningkatkan keguguran

Studi terbaru mengatakan bahwa wanita hamil yang menggunakan obat anti depresi, 68 persennya lebih memungkinkan untuk mengalami keguguran jika dibandingkan dengan wanita yang tidak mengkonsumsi obat anti depresi

  • Gangguan Emosional

Sebuah studi mengatakan bahwa paparan serotin pada tikus muda mempengaruhi perkembangan otak mereka, oleh karena itu para peneliti menyarankan kepada wanita hamil dan anak untuk menghindari obat anti depresi karena akan meningkatkan resiko gangguan emosional dikemudian hari nanti

Efek samping yang merugikan

Obat anti depresi ini memiliki sejumlah efek samping yang serius terhadap penggunanya seperti pusing, impotensi, insomnia, pendarahan, kenaikan berat badan, penebalan arteri, kerusakan otak secara permanen, peningkatan resiko bunuh diri dan perilaku kekerasan pada anak dan orang dewasa.

insomnia-preg

Studi lain mengatakan bahwa penggunaan anti depresi selama kehamilan tidak hanya berbahaya namun juga mengancam kehidupan penggunanya tersebut. Beberapa contoh adalah epilepsi. Berikut adalah beberapa penelitian untuk penyakit serius yang sebagian besar untuk anak dari penggunaan obat anti depresi selama kehamilan

  • Insomnia, kenaikan berat badan dan disfungsi seksual

Pengalaman menunjukkan bahwa beberapa efek samping yang lebih umum dan bermasalah dari yang diharapkan. Efek samping yang bertahan selama pasien mengkonsumsi obat anti depresi adalah disfungsi seksual dan gangguan tidur. Yang juga sangat mengganggu adalah kenaikan berat badan. Polisomnografi secara konsisten menemukan bahwa obat ini menyebabkan mimpi buruk disaat tidur pada malam hari.

Jadi untuk wanita hamil, jagalah kondisi anda selalu agar terhindar dari depresi selama kehamilan.