Ini Dia Cara Membuat Anak Cerdas dan Berkelakuan Baik!

Posted on

Para orang tua berlomba-lomba untuk membuat anaknya menjadi cerdas. Kecerdasan tidak hanya dapat membantu anak anda agar bisa sukses dalam hidup mereka, tapi juga membantu mereka tetap aman. Memang, anak yang cerdas belum tentu bisa sukses, setidaknya mereka sudah memiliki pegangan atau modal dalam hidupnya.

Kecerdasan dan perilaku baik bukanlah kemampuan anak yang terbentuk secara instan. Kehidupan yang berjalan sejak anak di dalam kandungan hingga usia 2 tahun merupakan periode kritis yang menjadi masa awal yang menentukan tumbuh kembang otak anak.

Memiliki anak cerdas dan berperilaku baik tentu merupakan dambaan setiap orang tua. “Perilaku cerdas terlihat dari kemampuan anak menyelesaikan masalah dengan cepat, benar dan tuntas” ujar Dr. Ahmad Suryawan, Sp.A(K), ketua Divisi Tumbuh Kembang Anak dan Remaja Departemen Ilmu Kesehatan Anak RSU. dr. Soetomo – FK Unair, Surabaya.

Anak yang cerdas dan berperilaku baik akan mampu menjalani kehidupan dengan tujuan nantinya di masyarakat. Hal ini ditunjukkan dengan kemampuannya beradaptasi dan menyesuaikan diri dengan keadaan dan situasi pada saat itu. Berikut beberapa tips agar membuat anak cerdas dan berperilaku baik.

sumber foto: www.whio.com

Cara Membuat Anak Cerdas:

Periode Kritis

Berperilaku cerdas dan cerdas berperilaku dibentuk pada periode sensitive yang sama dan beriringan. Periode sensitive adalah masa-masa saat otak masih sangat reponsif terhadap rangsangan dari luar. Periode ini dimulai perlahan. Artinya, kalau anak tidak mendapatkannya di awal ia masih bisa mendapatkannya di akhir periode.

Setiap kemampuan anak memiliki periode sensitive masing-masing. Periode sensitive itu mulai dari duduk, berjalan dan seterusnya. Periode ini dinamakan jendela kesempatan (window of opportunity) berlangsung pada 6 tahun pertama usia anak. Pada 2 tahun pertama periode sensitive, terdapat satu masa yang dikenal dengan periode kritis yaitu sebuah puncak periode sensitive.

Di antara semua periode usia anak, periode kritis adalah saat otak anak paling sensitive. Dalam periode ini jaringan otak terbentuk hingga 80 persen dan hanya terjadi satu kali dalam hidup. Orang tua harus benar-benar memantau kemampuan anak, agar tidak terjadi kegagalan atau gangguan perkembangan yang bisa berdampak sepanjang hidupnya.

Apa saja hal-hal yang bisa diberikan kepada anak dalam periode kritis? Ini dia :

Berikan ASI Ekslusif

Banyak sekali manfaat ASI yang sudah anda ketahui. ASI tidak hanya membantu anak untuk memiliki tubuh dengan metabolism yang sehat, tapi juga dapat meningkatkan dan mengembangkan kemampuan otak anak. ASI memiliki semua yang diperlukan tubuh, seperti vitamin dan mineral yang dapat membantu otak anak tumbuh dan berfungsi sempurna. Menurut penelitian, bayi yang diberi ASI ekslusif memiliki pertumbuhan otak yang lebih sifnifikan dan lebih cerdas.

Kebiasaan Makan Yang Baik

Kebiasaan makan anak yang baik
Sumber foto: theblueroom.bupa.com.au

Dibiasakan makan yang cepat saji dan tidak teratur dapat membahayakan kesehatan anak anda. Tidak hanya mempengaruhi kemampuan otak, tapi juga dapat membuat tubuh si anak lemah. Makanan yang sehat dan bergizi tentu akan memberikan nutrisi yang baik juga unruk otak dan keseluruhan tubuh. Jadi, ajarkan pada anak tentang manfaat dari makanan sehat, biasakan mereka untuk disiplin ketyika memilih makanan. Jika anda berhasil menanamkan kebiasaan makanan sehat pada anak-anak anda, maka anda akan membuat mereka lebih cerdas.

Jam Tidur Cukup

Hal ini sangat penting untuk kesehatan dan kecerdasan otak anak. Diharuskan anak-anak tidur setidaknya 8 jam setiap hari. Dalam belajar, anak akan menjadi lebih fokus sehingga anak lebih cepat menyerap pelajaran yang diterima.

Pola Asuh

“Ada 2 faktor yang ikut mempengaruhi perkembangan anak, yakni faktor nature yang merupakan pemberian Tuhan dan faktor nurture adalah faktor pengasuhan, seperti pemberian nutrisi, stimulasi dan pola asuh.” Kata Dr. Rose Mini, M.Psi dari universitas Indonesia.

Nutrisi dan stimulasi tidak bisa dipisahkan. Nutrisi yang sesuai kebutuhan anak akan membantu tubuhnya siap menerima stimulasi kecerdasan sesuai usianya.

Pengasuhan merupakan proses interaksi total antara orang tua dengan anak yang bertujuan merawat, mengajarkan sosialisasi serta mengkomunikasikan nilai kasih sayang, moral, minat, perilaku dan kepercayaan pada anak. Sementara pola asuh adalah gaya pengasuhan yang diterapkan pada anak dan bersifat konsisten dari waktu ke waktu.

Sering Berkomunikasi Dengan Anak

Berkomunikasi Dengan Anak
Sumber foto: www.inspiringwomen.co.za

Percakapan di rumah dapat membantu melatih pikiran anak. Anda harus mendorong anak untuk berbaur dengan orang-orang di luar. Mengajarkan anak untuk berbicara juga dapat melatih anak bagaimana cara penyampaian yang benar dan baik, serta ajarkan tentang hal-hal apa saja yang dapat mereka bicarakan dengan orang lain dan  yang sebaiknya tidak dibicarakan. Hal ini akan membuat anak anda mempunyai perilaku yang baik.

Selalu Beri Dukungan

Dukungan orang tua sangat penting bagi seorang anak jika anda ingin memiliki anak-anak yang cerdas dan tentunya yang memiliki perilaku yang baik. Dukungan dan dorongan anda dapat bertindak seperti tongkat ajaib. Dukungan dari orang tua tentunya menjadi modal bagi anak untuk melakukan kegiatan atau aktivitas apa pun. Mereka tidak takut bereksplorasi dan tahu setiap langkah yang diambil, mereka dapat dengan leluasa berkonsultasi dengan orang tuanya.

Berikan Permainan Yang Edukatif

Bermain dengan permainan yang bisa melatih otak anak dan membantu mereka berusaha lebih keras untuk mencerna informasi dan pengetahuan. Jadi, berikan permainan yang edukatif di rumah sehingga dapat  melatih dan merangsang otak anak sehingga mereka akan lebih cerdas. Sebagai contoh, permainan pikiran seperti Sudoku dan catur dapat dijadikan pilihan. Permainan yang juga melatih mental dapat diperkenalkan agar anak tidak takut untuk mengeksplorasi hal baru yang dapat membuat tingkat pengetahuannya bertambah.

Berikan Apresiasi 

Jangan lupa untuk menghargai si kecil ketika mereka merespon dengan cara yang benar, jika anak melakukan tindakan yang terpuji ataupun mendapatkan prestasi. Hargai ketika mereka berperilaku baik dengan para tamu, dengan anda atau orang yang lebih besar darinya. Apresiasi dari orang tua dapat menanamkan rasa kepercayaan diri pada anak. Hal ini akan mengurangi kemungkinan anak anda menjadi seorang introvert.

Demikian tips membuat anak cerdas dan berkelakuan baik! Semoga tips tersebut bermanfaat ya Mom untuk mendidik anak yang cerdas dan baik.