Kenali Tanda-tanda Terjadinya Baby Blues Syndrome

Posted on

Ada beberapa perubahan yang Mommy alami setelah melahirkan. Yaitu, perubahan fisik dan perubahan psikis. Oleh karena itu, kita harus tahu bagaimana cara memulihkan perubahan-perubahan tersebut pada kondisi yang baik.

baby-blue-syndrome

Salah satu perubahan psikis yang dialami oleh Mommy pasca melahirkan yaitu baby blues syndrome (sindrom rasa sedih dan stres pasca melahirkan). Hal ini terjadi karena keletihan, kegelisahan, dan perubahan tingkat hormon pada tubuh. Baby blues syndrome terjadi pada 6 minggu pertama setelah melahirkan. Namun, bisa juga muncul kapan saja bahkan ketika anak usia batita.

Penting sekali untuk mengetahui tanda-tanda terjadinya baby blues syndrome pada wanita dan tips-tips untuk mengatasinya. Simak uraiannya di bawah ini ya. Moms!

Tanda-tanda Terjadinya Baby Blue Syndrome

depresi-ringan

 

  • Sering merasa sedih dan menangis tanpa alasan yang jelas
  • Kurangnya rasa keibuan
  • Gelisah dan resah atau depresi ringan
  • Ketakutan akan tanggung jawab yang dipikul sebagai seorang ibu
  • Kekhawatiran akan masa depan anak
  • Susah tidur atau sering terjaga di tengah malam
  • Sering marah-marah tanpa sebab
  • Sering sakit kepala, radang tenggorokan, gangguan perut, dan penyakit ringan lainnya.
  • Ada perasaan takut menyakiti si kecil atau tidak bisa merawatnya dengan baik

Butuh waktu untuk memulihkan kondisi psikis yang dialami oleh wanita setelah melahirkan. Apalagi jika Mommy berada jauh dari suami karena urusan pekerjaan. Tentu hal ini akan menjadi beban tersendiri bagi Mommy. Oleh karena itu, penting sekali dorongan dari keluarga dan orang-orang terdekat.

Cara Memulihkan Kondisi Psikis

berbagi-masalah

Cara Mengatasi Baby Blues Syndrome pada Psikis Ibu

Berikut hal-hal yang bisa Mommy lakukan untuk memulihkan kondisi psikis pasca melahirkan:

  1. Berdo’alah kepada Allah agar diberikan kemudahan untuk menjalankan kewajiban sebagai ibu.
  2. Ikhlas dan tulus menjalani peran dan tugas baru sebagai seorang ibu. Rasa ikhlas akan menenangkan hati dan membuat Mommy senang dalam merawat anak. Seberat apapun pekerjaan yang harus dilakukan akan terasa ringan dan justru tidak menjadi sebuah beban.
  3. Berbicaralah atau berbagilah kesulitan-kesulitan yang Mommy hadapi kepada suami, keluarga terutama ibu yang sudah berpengalaman, atau teman dekat. Berbagi dengan mereka akan membuat Mommy merasa lega, merasa diperhatikan, dan akan mendapatkan solusi dan saran dari mereka.
  4. Berbagilah pekerjaan dengan suami. Jangan banyak bekerja selama seharian karena Mommy perlu waktu istirahat yang cukup. Seorang suami tidak ada salahnya membantu aktivitas rumah tangga istrinya saat ia berada di rumah. Seperti melakukan hal sederhana seperti mencuci piring, menyetrika bajunya sendiri, membantu memasak, dan menjaga anak.
  5. Terimalah bantuan dari orang sekitar seperti suami, ibu, keluarga yang lain atau teman dekat. Meskipun sekedar menemani mengobrol membuatkan minuman, atau membawakan makanan. Perhatian yang mereka tunjukkan kepada Mommy akan menjadi obat mujarab rasa lelah.
  6. Istirahat yang cukup. Saat anak Mommy tidur, usahakan Mommy juga tidur untuk istirahat. Jadi, jika anak terbangun dari tidurnya Mommy tidak kecapekkan lagi.
  7. Luangkan waktu khusus untuk diri sendiri. Gunakan waktu khusus Mommy ini untuk melakukan aktivitas yang menyenangkan atau aktivitas yang Mommy sukai. Seperti membaca buku, olahraga ringan, mendengarkan murotal, merawat tubuh, dan merawat tanaman.

Berikut tadi hal-hal yang bisa Mommy lakukan untuk mengatasi kondisi pasca melahirkan. Tentunya, diperlukan juga dukungan dari suami, ibu, dan keluarga terdekat lainnya. Semoga Mommy senang menjalankan tugas sebagai seorang ibu. Bukankah hadirnya seorang anak justru menambah kebahagiaan? Semoga bermanfaat ya, Moms!