Mengapa Anak Mommy Curhat dengan Orang Lain?

Posted on

Keluarga adalah tempat untuk kita berbagi. Berbagi kebahagiaan, kesulitan yang tengah kita hadapi dan tempat kita berlindung dari kerasnya hidup. Ada ibu, ayah, dan anak yang saling menguatkan dan saling menasehati satu sama lain. Oleh karena itu, penting sekali menciptakan komunikasi yang baik dalam suatu keluarga.

dialog-anak-dengan-orang-tua Apakah Mommy sudah membangun komunikasi yang baik dengan anak? Komunikasi melalui dialog dengan anak adalah bentuk hubungan yang menunjukkan kepedualian. Orang tualah yang akan menentukan apakah ia akan menyambung atau malah memutuskannya.

Pada dasarnya, orang tua ingin berdialog dengan anak begitu pun sebaliknya. Saling bertukar pengalaman hidup baik pengalaman orang tuanya dulu dan pengalaman anak sekarang sesuai dengan perkembangan hidupnya sekarang. Terntunya hal ini menyebabkan adanya perbedaan-perbedaan yang sering berdampak buruk pada komunikasi antara Mommy dengan anak.

Kenalilah kesulitan-kesulitan saat berdialog dengan anak Mommy dan cara mengatasinya. Jangan sampai anak Mommy malah curhat dengan temannya yang kurang dari segi pengalaman hidup atau orang lain yang tidak mengenal dan memahami anak Mommy. Karena, adanya ketidaknyamanan dengan orang tua.

1. Kurangnya Pemahaman Orang Tua dengan Kondisi Sosial

pendekatan-dengan-anak

Lakukanlah pendekatan dengan anak, kenalilah bagaimana cara berpikir mereka, apa kesukaan mereka, dan apa cita-cita mereka. Sering kali orang tua belum bisa keluar dari pengalaman masa lalunya. Sehingga, mereka tidak mau menerima hal-hal baru. Akhirnya, pola pikir dan masalah yang mereka hadapi pun berbeda. Sehingga, diperlukan pendekatan dengan anak dan orang tua harus membuka wawasan.

2. Perbedaan Pendapat Kedua Orang Tua

perbedaan-pendapat

Sikap dan pendapat kedua orang tua yang berbeda akan bermanfaat bagi anak. Jika mereka memiliki pola pikir sudah dewasa, ia akan mengetahui bagaimana sudut pandang kedua orang tuanya. Sehingga, ia dapat menentukan apa yang akan ia ambil dan bisa menjadi solusi atas permasalahannya.

Namun, adakalanya hal ini akan menjadi beban anak. Karena, ia merasa tidak ada yang mendukungnya. Jadi, perbedaan pendapat ini harus disikapi dengan bijak.

3. Kurangnya Kepercayaan Antara Orang Tua dan Anak

Rasa saling percaya antara anak dan orang tua adalah modal utama dalam berdialog. Tidak adanya rasa saling percaya akan menyebabkan anak tidak nyaman berdialog dengan orang tuanya. Berilah kepercayaan pada anak atas tindakannya dan dengan sendirinya anak akan mengatakan tindakan benar dan salah yang ia lakukan tanpa adanya rasa takut. Saat ia benar kita beri pujian dan saat ia salah saatnya kita memberikan nasehat.

4. Orang Tua Tidak Mendengarkan Pendapat Anak atau Sebaliknya

tidak-mendengarkan-pendapatJangan harap komunikasi akan terwujud jika tidak ada yang mau menjadi pendengar yang baik dan pro aktif. Seringkali orang tua tidak mau mendengarkan pendapat anak begitu pun sebaliknya anak tidak mau mendengarkan pendapat orang tuanya.

Tanyakan kepada anak mengapa ia tidak mau mendengarkan pendapat atau perintah orang tuanya. Bisa jadi, mereka memiliki pendapat lain. Mendengarkan pendapat anak akan membuat mereka berani bicara dengan terbuka. Sabar dan bersikap tenang. Tidak mengapa mengambil pendapat anak selama itu benar dan tidak membawa dampak negatif.

5. Beban Hidup dan Pekerjaan

dialog-saat-bermainOrang tua yang sibuk biasanya akan sedikit sekali meluangkan waktunya untuk berkomunikasi dengan anak. Jika dalam suatu keluarga ayah yang bekerja, anak akan cenderung dekat dengan ibunya. Hendaknya seorang ayah meluangkan waktunya meski hanya beberapa menit seperti saat anak akan tidur atau bangun tidur untuk berdialog dengan anak agar kedekatan antara mereka tetap terjaga.

Manfaatkan waktu-waktu istimewa untuk mengajak anak berdialog. Saat bermain, memasak, menonton TV, menyiram bunga, makan, dan lain-lain.

6. Kurangnya Sopan Santun

Saat berdialog dengan anak, hendaknya orang tua juga mengajarkan bagaimana tata krama berdialog dengan orang tua. Saling menghargai pendapat orang lain, tidak memotong pembicaraan orang lain dan sebagainya. Tata krama ini haruslah kita ajarkan secara perlahan-lahan dan hendaknya orang tua terus bersabar untuk membimbing anaknya. Terkadang, kurangnya tata krama yang baik menyebabkan dialog terputus. Karena, anak tidak mau mendengarkan orang tua, menyela pembicaraan, mengalihkan perhatian, dan lain-lain.

Demikian tadi kesulitan-kesulitan yang sering Mommy hadapi saat berdialog dengan anak. Sikapilah dengan tenang dan sabar dalam menghadapi anak. Semua butuh proses. Semoga bermanfaat dan komunikasi berjalan baik dengan anak. Agar mereka nyaman dengan Mommy dan tidak curhat dengan orang lain.