Penyakit ‘Musiman’ Si Kecil

Posted on

Penyakit 'Musiman' Si Kecil: Demam

Buah hati merupakan anugerah terindah bagi para orang tua. Tidak ada hal yang lebih luar biasa dibandingkan memiliki anak-anak yang sehat dan tumbuh dengan baik. Sangat menyenangkan bukan Mom jika melihat si kecil riang dan aktif saat bermain?

Tapi terkadang anak-anak tidak selalu dalam kondisi yang sehat. Jika si kecil sakit pasti Mommy sedih sebab tidak bisa melihatnya riang dan lincah seperti biasanya. Selain khawatir, Mommy juga bingung sebab tidak bisa memprediksi apa yang dirasakan si kecil karena dia belum bisa mengungkapkan keluhannya. Untuk itu, Mommy harus cermat dan pandai dalam memperhatikan gejala yang menyerang si kecil. Berikut beberapa gejala yang biasa terjadi.

Batuk dan Pilek

flu.jpg

Kekebalan tubuh balita sangat rentan terhadap virus yang jumlahnya sangat banyak dan tak terhitung. Ditambah lagi apabila si kecil termasuk kategori anak yang aktif dan suka memasukkan sesuatu ke dalam mulutnya. Ini merupakan salah satu penyebab yang paling sering menjadi timbulnya batuk dan pilek loh.

Selain itu, cuaca juga berpengaruh terhadap munculnya batuk dan pilek. Biasanya sih si kecil terkena batuk dan pilek saat musim hujan kan Mom?. Itu terjadi karena suhu udara yang rendah di musim hujan, menyebabkan angin membawa lebih banyak bibit penyakit yang bisa kapan saja menyerangnya.

Sembelit

Ada berbagai hal yang bisa memicu sakit perut pada balita, salah satunya sembelit atau susah buang air besar. Sembelit merupakan penyakit yang paling umum dialami dan terjadi kasusnya pada si kecil. Lalu bagaimana dengan gejalanya?

Gejala yang terjadi biasanya ditandai dengan anak yang baru bisa buang air besar setelah 2 atau 3 hari, bahkan lebih. Selain itu, kondisi feses yang keras menyebabkan si kecil mengejan lebih kuat saat buang air besar. Kasihan bukan?  Mommy pasti tidak tega melihatnya.

Lalu apa saja sih faktor penyebabnya? Ada beberapa faktor yang bisa menyebabkan si kecil terserang konstipasi. Diantaranya, kurangnya konsumsi makanan berserat seperti buah dan sayur serta kurang minum air putih. Oh iya, Mommy juga harus hati-hati dan lebih cerdas dalam memberikan obat-obatan kepada si kecil. Karena beberapa obat juga dapat menyebabkan sembelit, seperti antasid, kalsium, zat besi, antidepresi, kodein dan diuretik.

 Diare

diare.jpg

Selain dua penyakit di atas, ada lagi nih Mom satu penyakit yang biasa si kecil rasakan. Apa itu? Jawabannya adalah Di-a-re. Mommy tahu kan diare? Ya, diare biasanya disebabkan oleh virus ataupun infeksi bateri. Balita yang terkena diare biasanya memiliki kondisi feses yang encer dan berair. Selain bentuk kotoran yang tidak normal, gejala lainnya biasa dibarengi dengan sakit perut, demam bahkan muntah.

Tapi jangan salah Mom, selain faktor mengkonsumsi makanan yang kebersihannya kurang baik, diare juga bisa disebabkan akibat reaksi obat-obatan yang dapat menyebabkan diare loh. Misalnya, meminum jus terlalu banyak juga dapat menjadi salah satu penyebab diare terjadi. So, dijaga baik-baik ya Mom asupan makanan untuk buah hati tercintanya.

Ruam

ruam.jpg

Muncul kemerahan yang bengkak pada kulit si kecil di sekitar paha, bokong ataupun disekitar kemaluannya? Itu namanya ruam, Mom. Daerah kulit yang terkena ruam ini biasanya akan terasa gatal dan panas. Inilah yang memicu si kecil menjadi rewel dan terus menangis ketika bagian kulitnya itu ditutup popok, disentuh atau dibersihkan.

Ruam bisa muncul akibat kontak yang terlalu lama dengan urine dan tinja, gesekan yang terlalu sering dan mengakibatkan kelecetan di permukaan kulitnya, juga infeksi bakteri atau jamur.

Selain itu, ruam juga bisa terjadi karena adanya iritasi akibat penggunaan produk bayi yang baru digunakan. Dan yang penting, ASI Mommy juga bisa berpengaruh untuk pemicu timbulnya ruam loh. Karena ASI yang merupakan sari pati semua nutrisi dari makanan, minuman ataupun obat yang dikonsumsi Mommy, akan ikut dirasakan juga oleh si kecil.

Kejang

Si kecil tiba-tiba kejang? Duh, pasti Mommy takutnya bukan main. Kejang merupakaan salah satu bentuk gangguan saraf yang biasanya dialami oleh anak yang usianya dibawah 3 tahun. Walau memang terlihat sangat menyeramkan, Mommy harus kenal kejang yang seperti apa dulu nih yang terjadi pada buah hati tercinta karena kejang ternyata banyak macamnya. Dan juga ada sebagian besar anak yang mengalami kondisi seperti kejang, padahal bukan kejang.

Contohnya kejang ketika si kecil sedang makan, tiba-tiba ia meregangkan punggung dan melebarkan tangannya. Itu berarti ada masalah pada pencernaan umumnya. Selanjutnya, bentuk kejang ketika si kecil menghentakkan kepalanya ke depan dan belakang. Artinya ada getaran ringan atau suatu refleks yang dipicu rasa senang.

Ada lagi bentuk kejang yang terjadi ketika anak Mommy marah dan menahan napasnya. Warna kulit si kecil bisa berubah menjadi biru loh Mom, berubah pucat bahkan hingga kaku. Tapi akan baik-baik saja setelah satu menit. Ini artinya reaksi tubuh berhenti bernapas akibat dia marah, takut atau merasa sakit.

Yang paling menyeramkan adalah bentuk kejang epilepsi. Gejalanya yaitu ketika si kecil tiba-tiba tidak sadarkan diri, atau mungkin ditambah gerakan tak terkontrol pada mata, wajah dan tubuh. Setelah itu, dia merasa ngantuk dan badannya terasa lemas.

Itulah ulasan mengenai penyakit yang paling sering menyerang balita. Walaupun terlihat sepele, tapi jika diabaikan bisa mengakibatkan hal yang fatal bukan Mom? Maka dari itu, mari kita lebih jaga dan perhatikan lagi kesehatan si buah hati. Seperti pepatah terkenal, “Mencegah Lebih Baik Daripada Mengobati.” Semoga bermanfaat!