Perhatikan 5 Kebiasaan Bayi yang Tidak Perlu, Moms

Posted on

Saat anak Mommy masih bayi pasti memiliki banyak kebiasaan yang ia lakukan. Itu wajar kok, Moms. Anak-anak sering melakukannya ketika masih bayi. Namun, ada kebiasaan-kebiasaan anak Mommy yang harus diperhatikan. Karena, kebiasaan tersebut bisa terbawa hingga ia besar nanti dan itu tidak baik bagi anak dan juga bagi Mommy.

mommy-dan-anak

Mommy harus mengenali kebiasaan-kebiasaan yang dilakukan oleh bayi dan bagaimana menyikapinya dengan baik. Ada kebiasaan-kebiasaan anak yang tidak perlu ia lakukan saat ia sudah besar. Jadi, Mommy harus bisa menghentikan kebiasaan-kebiasaannya di waktu kecil saat anak Mommy mulai beranjak besar.

Adapun kebiasaan-kebiasaan yang sering dilakukan anak ketika masih bayi adalah sebagai berikut:

1. Minum Menggunakan Botol Susu

minum-dengan-botol

Banyak orang tua memberikan minum buah hatinya menggunakan botol susu. Botol susu dipilih karena lebih praktis dan bisa dibawa ke mana-mana. Selain itu, banyak ibu yang bekerja di luar rumah sering memberinya minum menggunakan botol susu. Namun, jika anak dibiasakan minum menggunakan botol susu, kebiasaan itu bisa berlanjut hingga ia besar. Terkadang, ia tidak bisa tidur jika ia tidak minum susu dengan botol.

Untuk menghindari kebiasaan ini berlanjut hingga ia besar, Mommy harus mengajarkan ia minum menggunakan gelas ketika ia sudah bisa memegang gelas sendiri. Perlahan-lahan kebiasaan anak minum dengan botol susu akan berkurang dan bahkan akan ia tinggalkan.

2. Kecanduan Empeng

kecanduan-empeng

Kebiasaan ini bisa berlanjut ketika bayi sudah menginjak usia balita. Karena, empeng bisa mengakibatkan anak kecanduan. Saat menangis, ia bisa saja diam bila diberi empeng atau ia baru bisa tidur setelah bibirnya mengenyut empeng. Penggunaan empeng yang terus berlanjut bisa mengakibatkan pertumbuhan gusi dan gigi akan menjadi lambat. Oleh karena itu, jangan biarkan anak ngempeng hingga usia 1 tahun bahkan lebih.

Berikut hal-hal yang harus Mommy perhatikan agar anak tidak kecanduan empeng :

  • Jangan terlalu dini mengenalkan empeng. Tunggu hingga bayi Mommy berusia 2-3 bulan.
  • Jangan terburu-buru memberikan empeng. Saat anak Mommy menangis, gunakan cara-cara lain untuk menenangkannya. Mommy bisa menggendongnya untuk menenangkannya atau memberikan ia mainan.
  • Batasi penggunaa empeng. Anak yang sering menggunakan empeng akan lebih banyak diam dan asyik sendiri dengan empengnya. Biarkan anak mengocceh sesuka hatinya. Hal ini untuk melatih ia bicara dan merangsang kata-kata yang kita ajarkan.

Hal-hal yang harus diperhatikan untuk menjaga kebersihan empeng dan menghindari kuman penyebab penyakit, yaitu:

  • Bersihkan dan sterilkan empeng setiap hari sebelum Mommy memberikan empeng pada bayi.
  • Jika karet empeng sudah robek, usang, atau berlubang, segera ganti dengan yang baru. Gantilah empeng si kecil setiap 2 bulan sekali.
  • Hindari menyimpannya dalam plastik karena, akan lembab dan mudah terkena jamur.
  • Beri anak teether jika sudah menyukai gigit-menggigit untuk menghindari serpihan empeng yang digigit dan masuk ke tenggorokan. Karena, ini akan berbahaya bagi anak.
  • Telitilah dalam memilih teether untuk anak. Sesuaikan dengan usia anak agar penggunaannya efektif.
  • Hindari berbagi empeng dengan anak lain.
  • Jangan mengikatkan empeng ke leher anak. Karena, anak yang masih kecil cenderung aktif untuk bergerak dan dikhawatirkan akan menjerat dirinya.

3. Tidur dalam Buaian

Bayi sering terbiasa tidur jika ia diayun-ayunkan atau digendong. Jika anak Mommy kecanduan untuk digendong akan merepotkan Mommy saat Mommy harus meninggalkannya untuk melakukan sesuatu. Lebih baik, baringkan ia di tempat tidurnya. Biarkan bayi belajar tidur dengan sendirinya.

Penggunaan baby walker terus-menerus juga bisa menyebabkan bayi kecanduan. Lebih baik, letakkan anak Mommy di tempat tidurnya agar ia belajar untuk menggerakkan tubuhnya.

4. Makan Disuapi

menyuapi-bayi

Menyuapi anak ketika mereka minta makan memang merupakan kewajiban Mommy. Menyuapi anak saat makan juga akan mempererat hubungan Mommy dengan buah hati dan bisa mengajaknya berinteraksi. Namun, Mommy harus menghentikan kebiasaan itu saat ia sudah mampu memegang sendok sendiri. Latihlah anak untuk makan sendiri meski masih berantakan. Makan sendiri dapat membantu merangsang otot mototrik anak. Seiring berjalannya waktu dan bertambahnya usia, hal ini akan melatih kemandirian anak.

5. Mengajaknya Jalan-jalan

Ada Mommy yang berusaha menenangkan anaknya saat menangis dengan mengajaknya jalan-jalan dengan naik motor. Anak pun menjadi diam dan ia pelan-pelan mulai merasakan kenyamanan. Jika ini berlanjut akan menjadi kebiasaan. Mungkin, ia akan mengajak Mommy untuk jalan-jalan di pagi hari atau sore hari. Sehingga, kebiaasan anak ini akan berdampak pada aktivitas Mommy yang harus ditinggalkan demi menuruti keinginan anak. Sehingga, Mommy harus menggunakan berbagai cara atau alternatif untuk menenangkan anak saat menangis.

Itu tadi kebiasaan-kebiasaan bayi yang tidak perlu dan harus Mommy hentikan perlahan-lahan saat ia beranjak besar. Semoga bermanfaat ya, Moms!