Tips Menjalin Hubungan Baik Antara Ibu dan Anak Perempuan

Posted on

Hubungan antara ibu dan anak sangat kompleks dan beragam. Ada jalinan yang istimewa antara ibu – anak perempuan, mereka bisa kompak seperti sahabat tapi ada pula yang seperti musuh bebuyutan. Ada baiknya kamu baca sejumlah jenis hubungan yang kerap terjalin antara ibu dan anak perempuan berikut sehingga kamu dapat menganalisa dan memperbaiki hubungan menjadi lebih baik.

Tips Menjalin Hubungan Baik Antara Ibu dan Anak Perempuan
Sumber foto: dove self esteem

Hubungan Antara Ibu dan Anak Perempuan:

Ibarat Sahabat

Jika Ibu memiliki hubungan yang erat dengan anak perempuan, tidak jarang Ibu mempunyai jadwal khusus untuk melakukan hal-hal istimewa berdua yang membuat teman atau kerabatmu iri. Mengapa hubungan jenis ini sangat baik? Sebab keduanya (ibu dan anak perempuan) saling memperlakukan diri seperti teman bermain. Sehingga keduanya saling memiliki rasa kepercayaan diri setiap melakukan banyak hal berdua.

Deborah Tanner, PhD, Profesor linguistic dari Georgetown University mengatakan “Jika komunikasi yang terjadi di antara keduanya sehat, jenis hubungan antara ibu dan anak perempuan seperti ini bisa sangat positif”

Ada juga tantangan dalam hubungan jenis ini. Terkadang anak perempuan juga butuh sosok ibu, bukan partner in crime atau teman bermain. Beberapa penelitian membuktikan, ketika anak perempuan menghadapi perubahan, mereka akan mencari ibunya untuk menerima saran dan nasihat berdasarkan pengalaman ibunya.

Perubahan ini tentu akan menjadi tantangan cukup berat bagi para ibu. Mereka akan merasa tersakiti, terutama jika anak perempuan mereka justru menjauh ketika menyadari ibu mereka sudah tidak canggih lagi jika membicarakan soal teknologi.

Apa yang bisa dikembangkan dari hubungan jenis ini? Ibu dan anak perempuan perlu saling mengerti dan merasakan respect. Dengan kata lain, bersikaplah sesuai usia. Ayah pun harus demikian terhadap anak perempuan atau anak lelaki. Sebagai contoh, normal ketika anak perempuan curhat kepada ibunya tentang perasaannya yang mulai jatuh cinta, tapi ketika ibunya diminta merahasiakan hal itu, tetap harus ceritakan kepada Ayahnya supaya tidak ada kerahasiaan di dalam keluarga.

Seperti Saudara (Adik-Kakak)

Hubungan Antara Ibu dan Anak Perempuan:

Ibu dan anak perempuan memang tidak selalu menonton DVD bersama setiap malam, tapi ibu dan anak perempuan memiliki ikatan yang cukup mendalam. Tidak seperti hubungan layaknya sahabat, hubungan seperti saudara (adik – kakak).

Hubungan ini sangat baik, karena ibu dan anak perempuan memiliki kesamaan dan memiliki keinginan untuk ‘mirip’ satu sama lain. Walupun usia ibu berbeda jauh, namun ibu dan anak perempuan harus saling mengerti.

Ada tantangan dalam hubungan jenis ini. Akan ada perasaan untuk berkompetisi antara ibu – anak perempuan di dalam keluarga. Yap, tantangan terletak pada kompetisi. Seperti, pintu kamar ibu akan terbuka lebar untuk anak perempuan, sebaliknya pintu kamar anak perempuan justru tertutup untuk ibu mereka. Atau malah anak perempuan akan membandingkan dirinya dengan ibunya. Hal ini tentu saja akan memancing pertengkaran, karena ibu dan anak perempuan menganggap diri masing-masing sebagai saudara.

Untuk mencegah adanya rasa kompetisi, cobalah memahami faktor apa yang bisa lebih suportif. Jika suasana kompetitif masih terasa cukup kuat, ada baiknya ibu dan anak perempuan saling menjauh untuk sementara waktu. Sehingga dapat direnungi apa yang perlu dan tidak perlu dilakukan antara ibu dan anak perempuan.

Seorang ibu dapat memilih cara seperti mengobrol sambil minum teh atau masuk ke kamar anak dan bicarakan sebelum tidur dengan nasihat-nasihat. Pasti anak akan mengerti dan tidak menganggap ibunya seperti saudara yang harus bersaing.

Bertolak Belakang

Ibu menganggap anak perempuan sangat keras kepala, selalu melawan dan memiliki sikap yang sangat berbeda dengan ibu. Padahal, bisa jadi sifat genetic yang ada pada anak adalah keturunan dari ibu nya sendiri. Walaupun tidak sama persis.

Menghadapi anak perempuan yang sangat sensitive memang tidak mudah, tapi di sisi lain menjadi ibu yang selalu ingin menjaga anak merupakan naluri orang tua. Tapi bukan berarti ibu harus menjadi dominan dihadapannya. “sebagai ibu, kamu tidak bisa membiarkan anak melakukan apa yang ada dalam pikirannya” saran Lee Sharkey, asisten professor Bahasa Inggris dan Studi Perempuan dari University of Miane.

Yang menjadi tantangan dalam hubungan seperti ini adalah anak perempuan yang baru beranjak dewasa pasti bertengkar dengan ibunya sendiri, entah soal pacar, model rambut atau berbeda pendapat. Banyak ibu yang memiliki hubungan seperti ini dengan anak perempiannya merasa diabaikan, sehingga ibu lebih mudah marah. Di sisi lain, anak perempuannya akan merasa lebih baik jika bersikap diam, tertutup dan defensive.

Banyak ibu yang meragukan kekuatannya sendiri sebagai seorang ibu, sehingga membiarkan anak perempuannya makin makin sulit diatur. Ada cara untuk memperbaiki hubungan, kamu bisa mendidik anak bahwa kamu sebagai seorang ibu punya hak untuk memberi nasihat. Bicarakan hal tersebut ketika sedang menonton acara tv bersama.

Katakan kepada anak perempuan Anda “dengarkan ibu dulu saat ibu bicara sampai selesai, setelah itu baru ibu akan mendengarkan ceritamu”. Mungkin cara ini tidak selalu berhasil, tapi anak perempuan akan tahu dan ia pun sedikit demi sedikit akan mengerti dan menghormati ibunya.

Membangun Ketergantungan

Menjalin-Hubungan-Baik-Antara-Ibu-dan-Anak

Sebagai orang tua, kamu menganggap jauh lebih senior dan berpengalaman secara usia, financial, kebudayaan serta kesehatan dibandingkan anak perempuan kamu sendiri. Tentu saja anak perempuan memiliki ketergantungan terhadap orang tua. Maka dari itu, ibu harus senantiasa menyiapkan segalanya untuk anak perempuan nya.

Hubungan jenis ini begitu baik. Kenapa? “Karena ibu yang usianya sudah lanjut dan memiliki masalah kesehatan biasanya membangun ketergantungan antara ibu – anak perempuan. Anak perempuan akan merasa dibutuhkan keberadaannya, sebaliknya ibunya juga akan merasa dicintai.” ujar Karen Fingerman, penulis buku Mothers and Their Adult Daughters: Mixed Emotions, Enduring Bonds.

Apa tantangan dalam hubungan jenis ini? Terkadang bagi si anak perempuan, ingin selalu melanggar batas aturan yang dibuat di rumah. Si anak pun mulai mengekang dan protes ketika si anak perempuan merasa harus terus menerus menuruti perkataan orang tua. Sementara sang ibu akan merasa bisa selalu membantu anaknya, walaupun si anak tidak meminta bantuannya.

Yang bisa dikembangkan dari hubungan jenis ini adalah anak perempuan harus bisa lebih menghargai keberadaan ibunya, dan sang ibu bisa mengurangi dominasi terhadap si anak perempuan. Luangkan waktu berdua untuk membicarakan hubungan yang kurang menyenangkan.

Selalu Berpendapat Sama

Tidak ada keputusan yang diambil tanpa persetujuan ibu dan anak perempuan. Terkadang keputusan yang diambil itu bisa saja dengan rasa keberatan. Bagi anak perempuan, selalu sepaham dengan ibunya berarti hubungan keduanya sangat dekat. Satu sama lain akan saling mengukur ketika salah satu ada yang berbeda. Kerika semua berjalan harmonis dan baik-baik saja, seperti hubungan cinta yang akan selalu ada.

Apa yang menjadi tantangan dalam hubungan jenis ini? Dengan adanya tekanan untuk selalu menjadi sama, ada baiknya ibu dan anak perempuan tetap membuat pembatas. Ketika ada satu opini berbeda, salah satu pihak akan dengan susah payah menyamakan persepsi, meskipun harus kecewa karena salah satu pihak tidak setuju. Ini bisa menjadi masalah dikemudian hari.

Anak perempuan seharusnya memahami, seiring waktu ibunya sudah tidak perlu bertanggung jawab penuh terhadap dirinya, seperti ketika masih balita. Sementara itu, sang ibu juga perlu mengerti dan menyadari bahwa ketika anak perempuannya berhasil atas sesuatu, ibu harus ikut menikmati keberhasilan tersebut.

Hubungan jenis ini sangat intens terjalin, sebab kedua belah pihak sangat takut kehilangan dan merasa diabaikan. Sebaiknya antara ibu – anak perempuan mulai membangun batasan secara perlahan. Si anak perlu menghargai kritik dan opini dari sang ibu, kemudian membuat keputusan sendiri tanpa selalu meminta pendapat sang ibu.

Banyak sekali perempuan yang menghubungi dan merayu ibunya agar ikut setuju setiap pendapatnya. Padahal, itu tidak perlu dilakukan sebab setiap ibu akan selalu mencintai anaknya apapun yang terjadi.

Jadi, hubungan jenis apakah yang terjalin antara ibu dan anaknya? Semoga bisa diterapkan dan hubungan ibu dan anak perempuan akan jauh lebih baik dan menyenangkan.